Menanti 1 Januari saat Anniversary ke 3 genmuda

Semakin mengembangkan genmuda kepada masyarakat, dalam anniversary ke tiga tahun genmuda akan membuat Rumah Inspirasi Versi Beta, hehe.., masih akan mencoba..sekarang sedang membuat konsepnya..eits..bukan berarti rumah inspirasi harus berada di gedung atau apa, tapi yang paling diutamakan itu adalah visi dan konsep yang apik..”Menebar Inspirasi di Tahun 2012″

MELOWFIKSI “Larut”

Secercah cahaya rembulan melambaikan kepak sinarnya dari balik jendela. Hampir pukul 23.00 Aku tidak bisa memejamkan mata. Dihadapanku terburai kelopak sembab menanti pengakhiran malam. Aku masih termangu disamping ranjang berselimut putih. Sesekali kulempar pandangan kearah Toni. Hmm..sambil melepas nafas kusentuh jemari tanganya. Jemari yang dahulu sering mengusap peluh dan air mataku. Ada kala menyodorkan sebungkus pop corn ketika duduk berdua di taman kampus. Lekatan pesan sangat ketara dalam dingin kerutan jemari itu . Aku terus memahami untuk kesekian kali. Tidak berapa lama Toni bergeming dari tidurnya. Lekatan jemarinya semakin kuat menyentuh jemariku, sesekali meluruh keatas selimut putih. Malam sudah larut dengan kegalauan.
“Toni, dimana peluh yang engkau usap ketika kita menikmati seruit, akan membasahi dalam kelam malam ini.” Aku meneteskan air mata untuk yang kesekian kalinya. Ku jelajahi aura wajah Toni. Segalanya penuh kemesraan yang sudah kudapati hampir 3 tahun. Kini Toni tergolek di salah satu pojok Rumah Sakit Abdul Moloek. Pojok dimana Aku melecutkan asa untuknya. Ku usap telapak tangan dengan segala perasaan suka cita. Aku tak mau Toni merasakan kegalauanku. Biarlah kilauan senyuman rembulan mendongaku dari keterpurukan ini. Berharap.
Kelarutan merujuku untuk memejamkan mata. Aku menolak dengan keras. Aku tidak ingin kehilangan sedetik dingin kerutan telapak tanganmu. Karena bagaimanapun itu sangat berarti bagiku, jemari yang mengusap air mataku ketika bertengkar denga teman kos. Huh..harus ku jalani meski derai air mata menguras fikiranku. Aku tak punya uang lagi untuk pindah kamar kos. Toni mengajariku untuk melesatkan kegalauan. Mencabik-cabik lalu membungkusnya dengan simpul senyum, aku terpesona kala itu. Kuraih jemari penuh air mata, ku usapkan dipipinya. Toni hanya meringis saja.
Dirimu Membekas dalam peliknya suasana hatiku,
Saat dekap tanganmu kusisihkan untuk kesekian kali,
Ku lepas dari ketakutan, kau biarkanku bermain dalam angan,
Cukup ku terlelap, menikmati mimpi yang penuh kegalauan,
Aku tak mau kau tersiksa, dalam pesakitan, seperti aku.
Toni kembali beringsut dari tidur lelapnya, Ku nikmati lekukan bibir indah dan hidung mancungnya. Sungguh bagaikan diaroma terindah didunia ini. Lebih indah dari biru langit dan keheningan malam. Semua bersimpuh pada lekukan paling merona dari apapun yang pernah kucercap. Pijaran api, kilatan petir dan bauran mentari setengah siang. Toni lebih dari kuda putih yang meringkik ketika Aku membutuhkan pacuan hidup.
Secercah cahaya bintang pun melambaikan kepak sinarnya dari celah-celah dedaunan. Sudah pukul 01.00 Aku tidak bisa melepaskan sentuhan jemari itu. Dihadapanku terburai garis tangan menanti kebaikan Tuhan. Aku terus berdoa untuk kesembuhan Toni, kekasih terbaik yang pernah ada. Pacar pertama dan akan menjadi penutup dari kehidupanku. Aku ingin larut dalam satu cinta sampai nafas ini beradu dengan tarikan malaikat. Met sembuh Toni. Kukecup bibir manis Toni.
Harmoni Cinta,
Walau sendu membayangi malam ini,
Aku tetap suka cita untukmu,
Kekasih pertama dan Terakhir,
Kau penutup kehidupanku,
Kau peluruh hati ini,
Sampai tersimpuh lemas di pangkuan cintamu,
Dalam pelukan malam-malam yang kelam,
Aku terus cemas.

Note: Seruit : Seruit adalah makanan khas provinsi Lampung, Indonesia, yaitu masakan ikan yang digoreng atau dibakar dicampur sambel terasi, tempoyak (olahan durian) atau mangga.
Rumah Sakit Abdul Moloek adalah Rumah Sakit Provinsi Lampung dan menjadi kebanggaan masyarakat Prov. Lampung.

 

FTS ini menjadi 4 Besar Event Mellowfiksi UNTUK SAHABAT.

Keruh (sebuah malam)

Ada malam yang gusar menuju kelarutan,
menanti terang, menguntit uapan cahaya rembulan,
—-
Ada malam yang keruh menuju kepudaran,
melahap senyum kecut bintang yang semakin mendulang,
—-
Ada malam yang menabuh pilu meracuh kegalauan,
menanti sang pujaan kembali ke haribaan..,, cinta.

Restorasi Kesadaran, 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta

“Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta, kau takan mengerti segala lukaku, karena cinta telah sembunyikan pisaunya, bayangkan wajahmu adalah siksa, kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan, kau telah menjadi racun bagi darahku, apabila aku dalam kangen dan sepi, itulah berarti aku tunggu tanpa api..” Penutup sebuah mahakarya anak bangsa yang mengungkap hijab perjalanan cinta, dimana setiap manusia gelap akan masa depan, dengan kalimat yang menggelitik, Rosyid (Reza Rahardian) berusaha memupuk harapan dalam pertemuan hatinya, lihat aja nanti.

Maha karya yang menurut saya, mempunyai banyak pelajaran logis ini, merupakan paparan apik bagaimana kehidupan sosial sangatlah rumit, terutama tentang korelasi keagamaan dan aspek kehidupan penuh kesempurnaan. Memang kehidupan seperti sayap yang lebih enggan berdiam diri diatas ranting. 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta cukup memberi arti. Dari tema yang diangkat, kehebatan Rosyid adalah sebuah perang. Kecamukan kehidupan, kebulatan cinta dan perbedaan keyakinan.

“karena setiap orang berbeda pendapat dan juga keyakinan”, dalam film ini potongan-potongan kehidupan yang klise mampu membangkitkan kekuatan, terutama kepada orang-orang dihadapan kehidupan ini, atau yang pernah terlibat dalam kepelikan cinta dengan perbedaan. Saya rasa film ini mewakili sebagian anak bangsa, yang ter-hijab oleh perbedaan. Memang untuk menampilkan lakon yang sesungguhnya, sangatlah sulit. Namun problematika itu, sudah dirancang dengan kesungguhan.

Jika saya melihat sebagai Rosyid, bunuh dirilah yang pantas sebagai ending kehidupanya, tapi Rosyid sangat hebat dalam perang itu, perang segala aspek. Pada aspek sosialita, dia mampu merubah lingkungan sekitar, yang kaku, yang menurut dia tidak logis, menjadi sebuah tatanan yang selayaknya mengajari bangsa ini. Kecintaan orang tua untuk anaknya supaya berjalan sesuai dengan kebiasaan lingkungan, sebenarnya peci putih yang terus di doktrinkan kepada anaknya, adalah makna maha tinggi. Bahwa kehidupan harus selurus dengan kebiasaan, adat istiadat. Kehidupan tidak bisa egois, kaku dan menghargai kebuntungan. Kehidupan harus diputar, supaya apik. Sungguh.

Masih ada hal penting, bahwa kehidupan itu tak semata wayang, setiap jiwa mempunyai hak untuk berkomunikasi, dalam instrinsik jiwa itu, atau diluar kejiwaanya. Ini penting kita cermati, bahwa 3 Hati, 2 Dunia, 1 Cinta yang penuh dengan penjabaran perbedaan, memberi pelajaran penting. Kehidupan beragama tak bisa ricuh. Memang terkadang kericuhan itu merupakan kepastian, apabila tak ada kesadaran. Terutama di Indonesia, pelajaran ini adalah penggambaran.

Dimulai dari pertemuan dua insan, selayaknya mereka mengadu keabsahan hati pada daerah penuh kepelikan, daerah dimana teoritis kepastian tanpa celah penawaran. Mereka mencoba menjungkir balikan masa depan. Segala upaya besar dilakoni tanpa kesepakatan,  perbedaan keyakinan dalam peribadatan, menjadi dasar utama mahakarya ini, sehingga perjalinan cinta pun semakin kandas, teoritis pertemuan atas kehendak tuhan, terbanting seketika. Film ini banyak menuai potongan-potongan realistis dan religius.

Kemudian, kecintaan pun tak hanya kepada inisiatif diri sendiri, pelajaran utama sangat nyata adalah keridhoan dan inisiatif orang tua tak bisa ditawar lagi, ketika seorang anak menginisiasi sebagai ketidakadilan kehidupan, maka sebenarnya sebuah ketidakadilan kepada diri sendiri, lihat sendiri, masa depan tidak ada yang tahu. Sebenarnya kebersamaan Rosyid dan Delia (Laura Basuki) masih mampu untuk dipertahankan, namun dosalah yang menjawab mereka, semua terluka, semua membohongi diri sendiri terutama kepada tuhan, mereka tidak mau.

Kelaziman kehidupan mengembalikan mereka pada titik kesadaran, titik yang menghubungkan aspek-aspek kepada sebuah kesimpulan logis, Rosyid sangat menghargai tuhanya-, begitupun Delia. Inilah yang saya sebut restorasi kesadaran, mereka mengajak kepada semua anak bangsa untuk bercermin kepada keyakinan masing-masing, selama belum ada kesepakatan, jangan berharap pertemuan itu menjadi titik akhir, hanya surgalah yang mampu mempertemukanya, tapi ini sangat naif, bagaimana akan dipertemukan jika keyakinan pun berbeda, mungkin tempatnya pun berbeda? Lihat nanti.

Disisi kepelikan itu, mereka berani mengambil keakhiran besar, kesadaran dirontokan tanpa menimbulkan asap, karena memang tidak ada api, menurut saya ini merupakan pencapaian Rosyid maupun Delia membalikan kebohongan dirinya, keakrapan pun tak pelak tertanam lalu bertunas. Mereka masih tersenyum dihadapan dosa-dosa yang menurut mereka juga tak layak disandang. Mereka sangat patuh kepada Tuhan, dan rules kehidupan, yang bertuhan juga.

Dengan penggambaran yang tidak menggurui sama sekali, karya ini merupakan sebuah penusukan kesadaran dari dalam dan tidak memaksakan amanat. Ketergugahan jiwa penikmatnya, merupakan hal alamiah. Film dengan genre seperti ini harus dikembangkan dan menjadi referensi film-film selanjutnya.

 

Lelaki Beraroma Ayah, Yuk..Baca

Hari semakin tua, panas, berdebu dan selalu terdengar lalu lalang kendaraan. Setiap siang memang seperti ini, apalagi deru compressor angin milik bengkel tetangga, tak tanggung-tanggung, terkadang dua alat menderu bersamaan, wah..semakin bebal hari-hariku. Biarlah begini, memang banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini yang tak dimengerti. Tinggal didesa penuh kebisingan, belum lagi kalau aku mengingat keterbatasan hidup. Ketidakadilan menjadi kambing hitam. Sedikit-sedikit mengumpat ketidakadilan. Ya..terkadang tidak hanya aku, namun tetanggaku juga begitu. Selalu melalui jalan yang sama, tutup lubang gali lubang, ah..sudah rutinitas, tapi bapak selalu legowo, bapak selalu membuka jendela, menurut bapak hidup tidak sesempit jalan itu. Banyak rucahan kehidupan yang tidak aku mengerti, hidup itu masih terang……

Cerpen Langit Di Punggung Bapak merupakan kisah sehari-hari yang dilalui oleh sang penulis, dimana ia dan bapaknya mencoba mencari celah untuk lepas dari keterpurukan sosial, mereka menyakini bahwa ijasahlah yang dapat mengangkat dari kubangan kemiskinan..

merupakan True Story yang tergabung dalam antologi beraroma ayah.

Bangga Jadi Tuan Rumah, Sea Games

Dilema Merah Jambu (FlashFiction Love)

Timbul rasa kekesalan di benak Melka. Tanganya mengipas-ngipas handphone sambil menggerutu. Aku kangen sama dia. Apa perlu aku menangguhkan hasrat jemariku untuk mengetik kata-kata murahan itu. Handphoneku berdering keras sekali. Aku tergugah. “mel, bangun..”. Mengapa kak Noy selalu tak bisa mengerti kemauanku yang sesungguhnya. Ih jadi sebel.. “Udah dulu ya mau belajar dulu” itu saja terucap oleh kak Noy, sungguh mau diapakan aku ini.

Kota Bandar Lampung tampak indah siang itu. Melka duduk bersimpuh seorang diri. Tampak sebuah diary berukuran sedang. Ada sebaris kalimat “ kak Noy..aku kangen”. Sore ini paling membuatku kalut. Kak Noy Mengirim pesan singkat yang membuatku putus asa. Aku tak nafsu makan. Hubungan jarak jauh yang selama ini kulalui hampir berakhir begitu saja. Sore itu awan menjadi kelabu.

Di Bandung. Udara terasa dingin karena butiran gerimis. Noy melaju menuju Lampung. Di mulut pintu Bus Bandung-Rajabasa tampak Noy sedang menenteng tas. Rona wajahnya begitu sempurna. Dikerumunin porter terminal, Ia tak gentar sedikitpun, Ia tetap memegang erat bidadari yang sejak tadi setia membuntutinya, Gadis bernama Monica, membereskan barang bawaan.

Di jantung kota Bandar Lampung tampak berderet pertokoan. Udara begitu akur dengan lenggokan tubuh Melka, angin mengalir menerobos sela-sela tubuh melka. Melka mendapati sepasang kekasih sedang menikmati Fried Chicken. “ Noy…” suara melka langsung lirih. Raut wajahnya seakan menerjang badai apapun. Ia geram membabi buta. Di sambarnya muka Noy dengan jemari manisnya. Sambaran itu lembut tetapi cukup berarti buat Noy. Sepasang merpati yang beberapa waktu lalu kehilangan sepasang sayap. Kini sayap itu terbang diatas ubun-ubun mereka. Kejadian yang singkat itu di iringi jerit tangis Noy, Melka dan putusnya saraf sadar Monic.

Dimatanya kota Bandar Lampung sangat mempesona, awan mulai mengiringi perjalanan cinta Noy dan Melka, deburan ombak menghapus ingatan mereka. Monic menggandeng Noy dengan sangat sayang. Sedang Melka menyekap pinggang Noy, keduanya melepas pergolakan hati dengan seksama. Mereka berusaha membagi segenap hatinya demi menghapus ingatan-ingatan itu. Awan mulai menyelimuti perjalanan cinta mereka, sungguh mereka menampik segala kata apapun, dalam benaknya Noy adalah miliku, keduanya begitu.

Ruang Rindu, 18 November 2011 23:50

Buku Baruku..Lelaki Beraroma Ayah

AYAH AYAH
Sudah Terbit! New & Fresh!
LELAKI BERAROMA AYAH
Penerbit: Hasfa Publisher
Terbit: November 2011
ISBN 978-602-98187-5-8
220 halaman. Rp 60rb.
Penulis :
Aiman Bagea | Alby S. |Alimatun Nikmah |Aa_kaslan | AtiSulastri |Auni Nafeesah | Chika rei | Dafriansyah Putra | Dee-An | Endang SSN | Hermawan Wahyu Saputra |Jef Kenzi | Khai Purple | Kiandra Aesha | Komala Sutha | Mashambal Al-Ghozali | Mieny Angel | Muhammad Abdurrahman | Nessa Kartika |Novi Juita Astuti | Om Dompet |Rinibee | Rosalina Susanti |Rusmin Nuryadin | Sarah Amijaya

Endorsment:
Kepelbagaian tema cerita tentang ayah pada buku ini benar-benar memenuhi citarasa sebuah antologi cerpen yang inspiratif, membaca kisahnyamembuat saya ingin memeluk Abah.
-Dang Aji ( Cerpenis, Creator UNSA )

Penuturan para penulis, menunjukkan tidak ada Ayah yang sempurna, namun seorang Ayah akan mencintai kita dengan sempurna.
-Dhony Firmansyah ( Penulis, BioMotivator )

Buku ini akan mengajak kita berpikir sekali lagi, bahwa bagaimanapun Ayah, ia tetaplah berarti dalam kesuksesan hidup kita.
-Sari Yulianti ( Penulis buku “Surga di Telapak Kaki Ayah” )

Mencintai bapak bagi saya seperti merangkai kata dalam sunyi. Kata cinta itu tak pernah berhasil saya ungkapkan pada bapak. Buku ini, mewakili kata-kata itu. Untukmu para bapak, para penulis buku ini merangkai kata cinta mereka.
-Nurul Asmayani (Penulis yang menetap di Jepang)

Untuk pembelian, silakan sms 081914032201 atau inbox fb Hasfa Publisher
Tulis nama/alamat/kodepos/jumlah/judul buku yang dipesan.

Untuk pre order s/d 20 November 2011, diskon 10%

Dilema Merah Jambu

–Account Detail— –Pulsa Utama: Rp. 14 –Bonus Umum : Rp. 0 Timbul rasa kekesalan di benak Melka. Tangganya mengipas-ngipas handphone sambil menggerutu. Apa ini takdirku, tuhan? Aku kangen sama dia. *** Semenjak hubungan yang erat dengan Noy, aku merasa tak selayaknya seorang wanita selalu membuntuti aktifitas dia. Ya..meski hanya lewat sms tidak penting seperti ini. “ Pagi Noy, Lagi ngapa?” send to Noy Cayng, ok! Apa perlu aku menangguhkan hasrat jemariku untuk mengetik kata-kata murahan itu. Semuanya terlanjur sudah. Noy sudah merespon apa mauku. Pukul 06.30 Handphoneku berdering sekeras mungkin, mulai sayup-sayup hingga nyaris merusak pendengaranku. Aku tergugah. Ku tekan tombol biru. Dari kejauhan terdengar suara yang lazim aku dengar.. “mel, bangun..” Noy!!!!,aku terperanggah hingga tenggorokan terkunci rapat-rapat. “mel..halo..halo…” Tak lama kemudian ku sahut dengan suara sangat lirih. “iya Noy, met pagi juga, lagi ngapa?” “ nggak lagi ngapa-ngapain mel, aku barusan mimpi” “Mimpi apa?” “entar deh aku ceritain, oya udah dulu ya..mau belajar dulu” Dengan suara kekesalan ku sudahi percakapan pagi itu. Mengapa kak Noy selalu tak bisa mengerti kemauanku yang sesungguhnya. Ih jadi sebel.. “Udah dulu ya mau belajar dulu” itu saja terucap oleh kak Noy, sungguh mau diapakan aku ini. Apa ini adalah pacaran sehat? Oo…mungkin iya. Melka berbicara tanpa ujung pagi itu. Lalu dia bergegas mengambil handuk dan perlengkapan cewe. Di usaplah seluruh tubuhnya sambil berkaca. “Kak Noy, ini semua untuk kamu”. *** Kota Bandar Lampung tampak indah siang itu. Cahaya matahari melewati celah-celah dedaunan mengering. Melka duduk bersimpuh seorang diri. Sejak kecil hidupnya tak mau terganggu oleh keramaian. Bahkan dia tampak marah jika teman seusianya mendekat. Melka pun tak bergeming oleh keadaan disekitarnya. Dia hanya mengenduskan nafas. Huft..kota ini sudah mulai dipadati penghuni. Dia membuka seisi tas. Tampak sebuah diary berukuran sedang. Diary itu sarat akan coretan tak beraturan. Entah apa yang tertuang di buku berdebu itu. Sepertinya si-empu tak mempedulikannya. Dia meraih buku itu dan menuliskan beberapa bait dengan bolpoint warna merah jambu. Di akhir bait tergambar tanda yang tak jelas apa maknanya. Yang tampak sekali sebaris kalimat “ kak Noy..aku kangen” Tak lama kemudian sesosok pria bertubuh kecil menghampiri melka. “ Siang melka..” “Andre??? Knapa ndre ? Perbincangan mereka tampak asyik siang itu. Semuanya lepas mengalir tanpa scenario sebaitpun. Wajah melka kadang susut kadang mengembang. Tak jelas apa yang terjadi. Jika diamati dari kejauhan, mereka tak lain adalah romeo dan Juliet. Getir mereka tak sampai menutupi siang itu. *** Sore ini saat paling membuatku kalut. Bagaimana tidak. Kak Noy, cowo yang selama ini sudah terpatri dalam hatiku. Mengirim pesan singkat yang mampu membuatku putus asa. “Aku jadi ingin mati sajalah”. Kak Noy sungguh tidak adil. Semenjak pesan itu muncul dilayar handphoneku. Aku tak nafsu makan. “aku terpuruk terbelenggu nafsu, hatiku yang rapuh menjaga hatimu, hawa nafsu butakan hatiku, maafkaanlah aku1 Maafkan –Kangen Band ….mel aku bulan depan mau merried” Prakkkkkk…..handphone melka berantakan. Pukulan keras yang teramat sanggat. Hubungan jarak jauh-mereka- selama ini hampir berakhir begitu saja. Melka menahan tangis. Digenggamnya hitamnya cinta itu. Disambarnya Diary usang itu Cinta yang telah mereka rajut tak hanya terpisahkan oleh jarak. Namun hampir terpisahkan oleh keputusan masing-masing maglihainya. Tak ada kata yang tepat untuk memberi ucapan selamat. Sore itu awan menjadi kelabu. *** Di bandung. Udara terasa dingin karena butiran gerimis. Awanpun malas tuk berkelana mengitari kota berpenduduk padat itu. Dibalik Bus Bandung-Rajabasa tampak Noy sedang menenteng tas. Rona wajahnya begitu sempurna. Dikerumunin porter terminal, Ia tak gentar sedikitpun, Ia tetap memegang erat bidadari yang sejak tadi setia membuntutinya, gadis itu melenggok mengikuti tubuh Noy. Tak lama kemudian kaki mereka sedikit naik dibantu kenek bus. “ Lampung..Lampung…” Noy tersenyum kepada gadis itu, senyumnya sebuah tanda bahagia yang akan di sematkan buat kekasihnya. Noy merengkuh tubuh gadis itu, dan sedikit bisikan “ kau kedinginan ya sayang..” bisikan itu meluncur menyusuri jalanan yang kini berliku-liku. Mereka disambut oleh pagi. Embun masih menutupi dedaunan hingga sedikit menjerit karena tak bisa bernafas. Lalu langkah anggun mereka mendetak lantai pelabuhan Bekahueni Lampung . Kerinduan Noy tak bisa dibohongi. Sorot matanya focus pada titik yang sepertinya masih meninggalkan memori lama. Oow…wanita tua itu masih bersimpuh disini. Sungguh setia terhadap apa yang menjadi takdirnya. Dan tempat itu sudah menjadi tambatanya. Tetapi mengapa aku tak bisa seperti wanita tua itu. Aku terlanjur menggenggam hitamnya merah jambu ini. Noy melamun lama sekali, “ Ada apa kak?” gadis itu membangunkan lamunan Noy. “ oh.. tak Apa-apa..” Ia pun teringat pesan melka sebelum keberangkatan ke Bandung. Kak konsekuensi hidup adalah pilihan, kakak tetap pertahanin hubungan kita walau jarak tak sanggup mempertemukan kita. Melka Harap kakak menggengam pilihan itu. Kak, Melka rela melepas ingatan untuk Andre. Tapi kakak janji tak menghianati pilihan kakak. “ Iya ,Mel..Kakak Janji..” saat itu mereka mempertemukan jari kelingking mereka. Sepasang cincin di jari manis mereka saling menatap, mereka menjadi saksi perjanjian dua insan itu. Tetapi kini mereka tak mampu berteriak untuk membela perjanjian itu. Karena cincin, -itu- tak lagi melingkar di jari Noy. Semuanya berubah. Selepas dari pelabuhan. Noy bersalaman dengan orang tuanya dan kerabat dekat yang sejak malam menanti kehadiran mereka. Canda tawa membahana ruangan depan, sedang gadis itu yang akhir-akhir ini dikenal dengan nama Monica, membereskan barang bawaan. Tak lama kemudian Noy menghampiri dengan kecupan dikening. “sayang, ini rumah kamu jadi enjoy aja ya…” Monic membalas kecupan itu dengan senyuman hangat. Namun sebentar kemudian Ia mengernyitkan dahi, “ Kak, Foto siapa itu?” apa itu Melka yang pernah kakak ceritakan dulu? “ Mungkin….” Merekapun menjelajahi luasnya ranjang itu dengan gelak tawa. : kakak ternyata punya mantan ya? Ledek Monic. *** Dikamar Kost Melka, Andre berdiri tegak menanti Melka menyambutnya. Lalu Melka yang hanya memakai handuk itu bergegas menarik tuas pintu, didapatinya senyum Andre mewangikan pagi yang selalu kusam. Andre menyodorkan bungkusan kecil dengan ramah sekali. “ ih nggak usah formal-formal ndre..”anggep aja aku ini bukan customer” Melka memulai pembicaraan dengan sedikit menggoda. “Iya tapi ini kan masih jam kerja” “oow..kamu memang tak berubah ndre, selalu disiplin ya..” Melka tersenyum. Ada yang lain dimatanya, Ia melihat pelangi dimata Andre. Andre memang pekerja keras. Nggak seperti Noy, Penghianat Keras. Huft….” Andre meninggalkan ruangan sempit itu, dan bergegas menunggangi sepeda motor yang bertulis “FAST FOOD DELIVERY”. Punggung Andre pun membalas senyum Melka walau itu hanya beberapa detik,kemudian tersapu asap motor yang mengepul. Melka lekas ,mengenakan tanktop dan mini switter ala cewe masa kini. Bagian bawahya terbalut dengan rapi mini pants. Pagi Ia itu menyantap ayam goreng ala Andre. Ia terperanggah oleh secarik kertas di bagian samping kotak “ Mel, Nikmati Ayam Goreng ini seperti kau menikmati kehadiranku, Kehadiran dahulu dan Kehadiran Sekarang, I LOVE U melka, my sweet queen” Ia tak mampu menahan bahagia. Terdengar pelan dari corong radio di sampingnya. Tak kusangka dirimu hadir dihidupku, menyapaku dengan sentuhan kasihmu.. kusesali cerita yang kini terjadi menyapa di saat ku telah berdua Maafkan bila cintaku tak mungkin ku persembahkan seutuhnya…2 Cinta Dua Hati-Afgan *** Di jantung kota Bandar Lampung Nampak berderet pertokoan dan ada beberapa swalayan. Lalu lalang kendaran tak bias lepas dari citra kota itu. Mulai dari angkot yang ugal-ugalan di jalan, pencopet paling sopan sekalipun, namun udara begitu akur dengan lenggokan tubuh Melka, angina mengalir secara aerodinamis menerobos sela-sela tubuh melka. Dan lirikan para cowo-cowo kota kecil itu membuat keyakinan Melka memuncak. Disamping pinggangnya menggelantung tas kecil menganggunkan perjalanannya, semakin lama Ia berjalan, mentari semakin riuh mengikuti jejak langkahnya. dengan tergesa-gesa Ia memasuki mal tepat di tepi jalan Kartini. Dilihat Andre lalu lalang di deretan meja kecil, Ia menenteng tas kecil-kecil menuju sepeda motor yang di parkir tak jauh dari toko fast food itu. “ Ndre….., ini aku Melka..” “ Melka????” Andre berbalik arah menghampiri Melka. Senyum khasnya tak berubah. Disambutlah tangan Melka, dan bibirnya mendarat di pipi melka, Melka terperanjat tak bisa berbuat apa-apa. “ huft…ndre, ini tempat umum..” “ ya kalau aku sayang kamu kan nggak masalah mel”, orang disekelilingnya mendongakan wajah fokus pada satu titik, Andre dan Melka. Tak terkecuali sepasang kekasih yang sejak beberapa menit lalu menikmati ayam goreng Andre Fast Food, mereka mengangkat tubuh menghampiri Andre dan Melka. “ Noy…” suara melka langsung lirih. Raut wajahnya seakan menerjang badai apapun. Ia geram membabi buta. Di sambarnya muka Noy dengan jemari manisnya. Sambaran itu lembut tetapi cukup berarti buat Noy. Sepasang merpati yang beberapa waktu lalu kehilangan sepasang sayap. Kini sayap itu terbang diatas ubun-ubun mereka. Kejadian yang singkat itu di iringi jerit tangis Noy, Melka dan Monic. Sedang Andre berlari sambil menahan isak tangis. Ia meninggalkan toko dan dilema itu. *** Dua minggu setelah dilema itu menembus jantung hati mereka, *** Dimatanya kota Bandar Lampung sangat mempesona, awan mulai mengiringi perjalanan cinta Noy dan Melka, rintihan ombak menghapus ingatan mereka. Disamping mereka juga tersenyum sesosok gadis yang baru saja mencicipi panasnya kota ini. Monic menggandeng Noy dengan sangat sayang. Sedang Melka menyekap pinggang Noy, keduanya melepas pergolakan hati dengan seksama. Dan Andre melempari mereka. Pasir-pasir itu melumuri tubuh mereka. Dari kejauhan dilihatnya seorang nenek tua terenta-renta melewati hamparan pasir. Terkadang kaki nenek itu basah karena siraman ombak kecil. Mata Noy tak tahan menahan derai tangis, lalu Ia memapah nenek tua itu di iringi cubitan Melka dan Monik. Semua tertawa lepas kecuali Andre. “Tak bisa jari-jariku terima dua cincin dari hatimu dan dari hatimu,…….” 3 Dua Cincin- Hello Noy menarik Melka dan Monik menyusuri ombak itu. Sambil mengecup Melka dan Monik, bidadariku, Maafkan aku….. Mereka menelanjangi Noy sambil tersenyum kecut. ###

menjaga hati atau di jaga hati?

ini menjadi topik utama sebenarnya kalau setiap insan hidup ini berorientasi pada kebaikan diri,yang paling utama adalah pertanyaan untuk diri sendiri yang didasari pada keiklasan individual, apakah telah bertata laku sesuai dengan keyakinan atau agama-nya..menjaga hati disini sangatlah rentan terhadap tekanan-tekanan dari musuh hati itu sendiri.

warning!!!, keterbatasan anda pada genggaman orang lain

mengenal diri sendiri tak segampang mengenali orang lain, lebih mudah menerka karya orang lain dengan berbagai ramalan-ramalan yang ternyata sedikit ada bualan dari pada menerka apa yang terjadi dalam diri kita ( sebutan orang jawa noleh gitoke dewe atau melihat dirinya sendiri. Pernah seeorang kawan melihat tanda tangan saya dan melontarkan kata-kata ” wah kamu ini orang nya kayak gini…. kamu harus berubah jadi bgini…supaya nanti kamu jadi orang yang begini….” kataku… ” begini begitu.. ha..ha..” , inilah sebuah pemisalan untuk merekam apa yang ada dalam kehidupan sekarang.

bahwa setiap orang ada keterbatasan yang sebenarnya keterbatasan itu akan membawa kesuksesan diri anda, namun karena keterbatasan anda tak termanfaat oleh diri sendiri maka orang lain menerkam dengan sangat garang “  haw….” dan kesuksesan beralih empu, anda tinggal.. menggebuk kening..aduh..

sebagai ilustrasi anda adalah seorang pendiam ,tak banyak bicara. secara kasat mata maka anda tak pernah menuai sukses dalam beberapa bidang pekerjaan seperti mungkin sales, atau customer service.. namun pada realitanya keterbatasan ini membawa hyperlive pada diri anda yakni pelanggan akan akan merasa yakin kepada anda berkat karakteristik itu, LUAR BIASA….belum tentu yang cakap bicara akan menuai banyak pelanggan… inilah hidup…

keterbatasan itu dimiliki orang lain!!!

Jika keterbatasan anda ternyata telah termanfaatkan orang lain karena anda tak sedikitpun menyadari maka anda sama saja terjerat oleh borgol. Tak pernah menuai keperkasaan hidup. Semangat!!!

Islamic Widget

Beribadah bukan hanya formalitas hidup

apa keyakinan anda?

inilah hal paling privasi yang hanya hati anda yang tahu, disinilah pergelutan paling tinggi dmana keyakinan anda kadang terkalahkan oleh hawa nafsu.dalam hal beribadah, apapun agamanya pasti ada hal yang di sembah dan berharga dalam hidup manusia.

kita tengok terhadap keyakinan masing-masing, apakah dalam persembahan kepada apa yang di yakini telah sampai pada puncak batin, atau hanya sebatas formalitas dalam hidup… “bahwa tanpa beribadah maka hidup tak lengkap”, itulah cara berfikir manusia yang tidak menghargai sang pencipta.

cara terbaik dalam beribadah kepada sang pencipta yang kita yakini merupakan bagian dalam hidup kita adalah niat yang tulus,tindakan yang arif, dan ucapan sebagai tanda bukti lisan. saya yakin kita akan mendapati ketenangan hidup jika beribadah dengan sungguh-sungguh meskipun belum sampai meneteskan air mata.

1 Januari 2010, Ultah halaman genmuda

inilah moment terbaik halaman genmuda, 1 januari 2010 oleh sang empunya dinobatkan sebagai 1st anniversary halaman

genmuda..

Mengapai mengambil nama “Genmuda”, harapan paling nyata yakni di ambil dari 2 kata masing-masing

Gen= Generasi dan Muda ,jadi sang empu

berharap akan terus memberi pencerahan kepada semua orang bahwa hidup ini sangat awal,masih banyak yang harus di jalani oleh kita…so.. bersemanga

t adalah pilihan!!!!

Tentang tema yang kami pilih :

enjoy my life penuh semangat

sangat tepat untuk kita tua dan muda bahwa hidup tak harus tergesa-gesa namun dibalik itu penuh semangat.

selamat yang kesatu tahun genmuda, semoga inilah keterbatasan hidup untuk hidup yang besar….

Blog pada WordPress.com.
Theme: Esquire by Matthew Buchanan.