Garis Depan Perubahan Islam Yang Lebih Baik
Oleh : Hermawan W. Saputra
Islam adalah agama yang abadi sampai hari kebangkitan. Kelanjutan Islam sebagai sebuah agama yang abadi adalah prinsip yang telah ditetapkan. Keberlanjutan Islam sebagai sebuah agama abadi sebenarnya meniscayakan kebutuhan akan seorang pemimpin yang akan membimbing umat ini kepada jalan kebenaran. Ketika dahulu Rasulullah masih hidup beliau lah yang menjadi pemimpin umat ini,dengan berlandaskan keintelektualan islam secara menyeluruh ,namun sekarang siapa yang akan meneruskan perjuangan rasullah ?
Jawabnya adalah jiwa yang berintelektual dalam islam dan ikhlas mengerahkan jiwa dan raga untuk kepentingan agama.menanamkan sikap keintelektualitas dalam islam adalah hal wajib yang harus di miliki oleh setiap insan,bagaimana tidak,kita diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi,memimpin umat islam tidaklah harus seorang kiyai atau ulama besar,namun ini di nobatkan kepada setiap muslim yang bersih hati,beriman dan mempunyai jiwa kepemimpinan tinggi.Kapasitas keintelektualan seorang khalifah menjadi satu ukuran yang wajib,dimana setiap tuturannya adalah kolaborasi antara alam fikir,logika dan intisari ayat al-quran dan sunnah.Dengan berbagai rujukan itu,maka setiap keputusan seorang pemimpin akan benar-benar diterima oleh masyarakat itu sendiri maupun seiring dengan ajaran islam.
Kepemimpinan intelektual dalam islam adalah adalah satu corak yang sangat merekat dalam generasi pemuda islam.
kebutuhan akan pemimpin adalah persoalan yang disepakati oleh seluruh mazhab dalam Islam, kecuali sekelompok umat Islam yang tidak perlu diperhatikan.oleh itu pengembangan diri seorang pemimpin/khalifah islam sangatlah penting.untuk pemuda islam marilah terus wawas diri terhadap perkembangan teknologi dan peradapan sehingga jadilah pemimpin yang dinamis terhadap perubahan peradapan,dan diperlukan manajemen dan seni bagaimana dapat menggerakan umat islam untuk lebih baik dan waspada terhadap suntikan ajaran/peradapan barat yang telah men zalimiĀ umat islam