Selebrasi wisudawan setelah di kampus

kemarin para kampuzer yang udah tiga tahun mencintai kampus mereka masuk tahap akhir yang mengembirakan,dimana hasil jerih payahnya selama tiga tahun karena mereka mengikuti jenjang  S-1/D-3 di kampus ,mendapat kehormatan sebagai wisudawan/ti..senyum tawa mereka begitu mengembirakan bagi saya ketika itu,saling berpelukan,berfoto bareng ( bikin iri aja ) tenang aku kan 3 tahun lagi insyaalah seperti mereka),semuanya serba rapi dan sopan,

namun selebrasi seperti itu hanya berlaku di lingkungan kampus,tapi tidak di kediaman mereka.beberapa diantaranya berpesta ria dengan menyuguhkan hidangan lezat dan bergizi,dan inilah yang sangat tidak etis,pata mahasiswa menyelebrasikan hasil jerih payah mereka dengan ber -”urak” ria,dengan ditemani kacang kulit dan gelak tawa sepanjang malam,dan ada juga acara ritual pembakaran hasil laut,yang warnai gelak tawa.

beberapa selebrasi itu sebenarnya tidak ada salahnya jika mengingat kebebasan berexpresi yang benar-benar nyata di indonesia.

wisuda

wisuda

Cinta kampus Di pagi hari ( I )

Ketika bangun pagi mentari terlihat cerah dengan kabut diatas gunung dalam hadapan mataku,dan tak jauh dari aku berdiri terhampar dedaunan hijau,rumput nan indah terusik oleh gemericik air mengalir,disitulah awal aku membelalak mata dalam kesejukan.

Tak lama kemudian aku berkemas untuk memulai menjelajah ilmu di sepanjang tabir kampus,halaman demi halaman ku tatap dan ku resapi.

INILAH AWAL HIDUP.
setelah semua tertempa dalam posisinya,aku bergegas pulang penuh canda dan riang bunga siang.

mungkin inilah sedikit gambaran bagaimana diriku menghabiskan berjam-jam di atas kursi dan berbungga buku pelajaran.

Pengenalan kampus,benar2 mengenal kota ..

Pengenalan kampus atau yang lebih akrab dikenal dengan OSPEK benar-benar memberi manfaat tambahan kepada calon mahasiswa baru,selain menjadikan kesadaran mahasiswa yang tinggi akan arti susahnya kehidupan ini dalam mencari sesuatu ( perlengkapan)bahkan menjadikan symbol akan susahnya mencari rejeki. Bayangkan bahwa mencari peralatan yang sudah ada uangnya saja susah minta ampun,apalagi anda yang belum mempunyai uang,akankah lebih susah lagi.

Dalam mencari peralatanya ternyata berdasar pengalaman ,banyak manfaat yang salah stunya adalah mengenL kota yang akan ditempatinya.asumsinya anda pasti mencari peralatan tersebut di pasar swalayan atau pasar tradisional,dengan tanpa sengaja ternyta anda telah mengenal kota baru anda,terutama untuk anda yang berasal dari pedesaan atau kota kecil.

Blog pada WordPress.com.
Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.