Dunia Remaja · Sastra

Dilema Merah Jambu (FlashFiction Love)

Timbul rasa kekesalan di benak Melka. Tanganya mengipas-ngipas handphone sambil menggerutu. Aku kangen sama dia. Apa perlu aku menangguhkan hasrat jemariku untuk mengetik kata-kata murahan itu. Handphoneku berdering keras sekali. Aku tergugah. “mel, bangun..”. Mengapa kak Noy selalu tak bisa mengerti kemauanku yang sesungguhnya. Ih jadi sebel.. “Udah dulu ya mau belajar dulu” itu saja terucap oleh kak Noy, sungguh mau diapakan aku ini.

Kota Bandar Lampung tampak indah siang itu. Melka duduk bersimpuh seorang diri. Tampak sebuah diary berukuran sedang. Ada sebaris kalimat “ kak Noy..aku kangen”. Sore ini paling membuatku kalut. Kak Noy Mengirim pesan singkat yang membuatku putus asa. Aku tak nafsu makan. Hubungan jarak jauh yang selama ini kulalui hampir berakhir begitu saja. Sore itu awan menjadi kelabu.

Di Bandung. Udara terasa dingin karena butiran gerimis. Noy melaju menuju Lampung. Di mulut pintu Bus Bandung-Rajabasa tampak Noy sedang menenteng tas. Rona wajahnya begitu sempurna. Dikerumunin porter terminal, Ia tak gentar sedikitpun, Ia tetap memegang erat bidadari yang sejak tadi setia membuntutinya, Gadis bernama Monica, membereskan barang bawaan.

Di jantung kota Bandar Lampung tampak berderet pertokoan. Udara begitu akur dengan lenggokan tubuh Melka, angin mengalir menerobos sela-sela tubuh melka. Melka mendapati sepasang kekasih sedang menikmati Fried Chicken. “ Noy…” suara melka langsung lirih. Raut wajahnya seakan menerjang badai apapun. Ia geram membabi buta. Di sambarnya muka Noy dengan jemari manisnya. Sambaran itu lembut tetapi cukup berarti buat Noy. Sepasang merpati yang beberapa waktu lalu kehilangan sepasang sayap. Kini sayap itu terbang diatas ubun-ubun mereka. Kejadian yang singkat itu di iringi jerit tangis Noy, Melka dan putusnya saraf sadar Monic.

Dimatanya kota Bandar Lampung sangat mempesona, awan mulai mengiringi perjalanan cinta Noy dan Melka, deburan ombak menghapus ingatan mereka. Monic menggandeng Noy dengan sangat sayang. Sedang Melka menyekap pinggang Noy, keduanya melepas pergolakan hati dengan seksama. Mereka berusaha membagi segenap hatinya demi menghapus ingatan-ingatan itu. Awan mulai menyelimuti perjalanan cinta mereka, sungguh mereka menampik segala kata apapun, dalam benaknya Noy adalah miliku, keduanya begitu.

Ruang Rindu, 18 November 2011 23:50

One thought on “Dilema Merah Jambu (FlashFiction Love)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s