Sastra

Lelaki Beraroma Ayah, Yuk..Baca

Hari semakin tua, panas, berdebu dan selalu terdengar lalu lalang kendaraan. Setiap siang memang seperti ini, apalagi deru compressor angin milik bengkel tetangga, tak tanggung-tanggung, terkadang dua alat menderu bersamaan, wah..semakin bebal hari-hariku. Biarlah begini, memang banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini yang tak dimengerti. Tinggal didesa penuh kebisingan, belum lagi kalau aku mengingat keterbatasan hidup. Ketidakadilan menjadi kambing hitam. Sedikit-sedikit mengumpat ketidakadilan. Ya..terkadang tidak hanya aku, namun tetanggaku juga begitu. Selalu melalui jalan yang sama, tutup lubang gali lubang, ah..sudah rutinitas, tapi bapak selalu legowo, bapak selalu membuka jendela, menurut bapak hidup tidak sesempit jalan itu. Banyak rucahan kehidupan yang tidak aku mengerti, hidup itu masih terang……

Cerpen Langit Di Punggung Bapak merupakan kisah sehari-hari yang dilalui oleh sang penulis, dimana ia dan bapaknya mencoba mencari celah untuk lepas dari keterpurukan sosial, mereka menyakini bahwa ijasahlah yang dapat mengangkat dari kubangan kemiskinan..

merupakan True Story yang tergabung dalam antologi beraroma ayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s