genmuda · genmuda artikel · motivasi update · Spiritual · Tokoh

Mengenal Sosok Heppy Trenggono dan IIBF Indonesia

Image result for iibf

Heppy Trenggono (lahir di Batang, 20 April 1967; umur 49 tahun) adalah seorang pengusaha Jateng. Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom adalah founder dan CEO United Balimuda Group yang bergerak di bidang perkebunan sawit, industri makanan dan alat-alat berat. Perkebunan kelapa sawitnya berada di Kalimantan dan Sumatera hingga kini sebanyak 4 perkebunan dengan total luas 80.000 ha. Heppy Trenggono lahir di Desa Bawang, Kabupaten Batang dan menghabiskan masa remajanya di Pekalongan, Jawa Tengah. Ia berasal dari keluarga Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ayahnya berkarier di dunia pendidikan, sementara ibunya seorang pedagang dan meninggal saat Heppy berumur tujuh tahun. Sebelum ditinggal oleh ibunya pada usia 7 tahun, Heppy sering membantu ibunya berjualan di toko maupun di pasar. Sejak kecil Heppy memang suka berdagang.

Pendidikan

  • SD Negeri Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
  • SMP Negeri Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
  • SMA Negeri I Pekalongan, Jawa Tengah
  • S1 Teknik Informatika Universitas Gunadharma, Jakarta (selesai 1996)
  • S2 Ilmu Komputer, Universitas Indonesia (UI), Jakarta (selesai 2000)

Pendidikan non formal

  • Keys to the Vault , Keith Cunningham (Austin, Texas, 2008)
  • System Analist , Astra International (Jakarta, 1992)

Biografi

Heppy Trenggono menikah dengan Ir Hj Dewi Yuniati Asih dan memiliki empat orang anak yaitu :

  • Jihan Putri Antyesti (1997)
  • Apta Archie Inayasari (2001)
  • Hana Claresta Nadien (2004)
  • Jodie Bintang Mahardika (2006)

Bisnis

Heppy Trenggono adalah Founder dan CEO United Balimuda Group. Sebuah kelompok usaha multinasional yang bergerak di plantation dan consumer good. Selain merintis usaha mulai dari nol sejak duduk di bangku kuliah. Heppy pernah berkarier di beberapa perusahaan besar hingga menduduki posisi puncak sebagai Direktur di A. Latief Corporation (sekarang TvOne). Namun jiwa kewirausahaanmemaksanya meninggalkan dunia mapan untuk membangun usaha sendiri. Sempat jatuh dalam lilitan hutang sebesar Rp. 62 miliar. Namun mampu bangkit dalam waktu dua tahun dan kembali membangun bisnisnya senilai Rp. 7 Triliun tanpa hutang sama sekali. Belajar bisnis dengan banyak guru di dalam dan luar negeri. Bos Grup Balimuda itu sudah mampu menggawangi 12 anak perusahaan serta menafkahi sekitar 3.000 pegawai. Heppy pun kini dikenal piawai dalam memberikan motivasi kepada pengusaha yang sedang terpuruk untuk bangkit kembali.

Semula, Balimuda yang bergerak dalam bidang land clearing untuk kelapa sawit itu adalah bisnis sampingan ketika Heppy menjadi Direktur Teknik Lativi. Tapi, ketika Heppy mengambil pilihan untuk makin membesarkan usahanya maka keluarlah dia dari Lativi. Jenis usaha pembersihan lahan itu mengunakan banyak peralatan berat. Pengalaman bekerja di United Tractor, perusahaan yang bergerak dalam penjualan alat berat, sangat berarti. Pembukaan lahan itu dimulai ketika menjadi subkontraktor dari perusahaan Malaysia. Usaha itu rupanya berkembang pesat sehingga Balimuda bukan lagi subkontraktor melainkan sudah kontraktor. Proyek besar sebagai kontraktor yang digarap adalah proyek dari Gudang Garam yang ingin membuka lahan di Kalimantan Timur pada akhir 2002. Proyek itu didapat dengan susah payah. Intuisi bisnis diawali dengan penciuman bisnis yang tepat, Heppy Trenggono melakukan jemput bola dengan mendatangi kantor Gudang Garam dari pagi hingga sore. Bisnis kian berkembang, kebutuhan dana makin besar. Saat itu yang dilakukan Heppy adalah memutar uang dari berbagai kreditor. Dari bank, misalnya, dia mendapat pinjaman 80 persen dari nilai proyek. Kemudian, untuk pengadaan alat berat dia mencicil dari United Tractor, bahkan uang muka pun dia minta diangsur selama 12 bulan. Heppy terlena dengan pinjaman usaha dan tak mampu mengontrol diri. Ekspansinya berlebihan dengan menambah banyak alat berat, sehingga dia tidak mampu membayar utang. Bahkan, akhirnya semua hartanya terkuras habis. Karyawan sebanyak 400 orang pun membubarkan diri sebelum dilakukan pemecatan. Heppy Trenggono tidak bisa berbuat apa-apa lantaran tak mampu menggaji pegawainya. Yang bisa dia lakukan saat itu cuma memohon perpanjangan tempo pembayaran utang kepada para kreditur. Heppy akhirnya sadar dan semangat untuk bangkit. Langkah pertama adalah mengubah haluan bisnis. Heppy tak lagi sebagai kontraktor, tapi menjadi broker bagi perusahaan yang akan terjun ke bisnis kelapa sawit. Beberapa lama kemudian, Heppy tak hanya jadi broker tapi sedikit demi sedikit juga mulai memiliki lahan kelapa sawit. Dan berkat keuletannya, kebun itu semakin besar. Bersamaan dengan itu utang yang segunung pun kemudian lunas dalam waktu tiga tahun. Kini, bersama mitra bisnisnya, Heppy sudah memiliki 80 ribu hektare lahan kelapa sawit di beberapa daerah di Kalimantan Timur dan Sumatera. Total investasinya sekitar Rp. 4 Triliun. Sukses di kelapa sawit, Balimuda merambah produk konsumer. Bisnis baru ini dipayungi Heppyfoods yang membawahkan PT. Balimuda Food dan PT. Industri Pangan Indonesia yang didirikan tahun 2006.

Heppy mempekerjakan ribuan karyawan dengan sistem kekeluargaan. Ia cenderung ingin membangun karakter karyawan ketimbang menerapkan target yang muluk-muluk. Yang bisa menyulut kemarahan Heppy justru ketika karyawan tidak bisa menerapkan falsafah `inspiring and giving the world’. Perwujudannya membekas dari karakter karya-wannya yang berintegritas tinggi. Gaya kepemimpinan Heppy adalah keteladanan. Ia ingin menunjukkan bagaimana hidup secara benar kepada bawahan. Misalnya, soal ke jujuran, dia selalu terbuka soal pengeluaran perusahaan. Ini dimaksudkan agar karyawan tidak berlaku culas ketika diberi tanggung jawab. Kerajaan bisnis yang dibangunnya bukan hanya menimbun materi. Heppy juga ingin menginspirasi orang lain. Secara berkala dia melibatkan masyarakat sekitar kantornya untuk beraktivitas. Caranya dengan setiap hari memberikan sarapan kepada ratusan kaum dhuafa di sekitar rumahnya di Jl. Mampang Prapatan X. Nilai moral yang diajarkan Heppy dan sangat melekat di hati karyawan adalah tradisi untuk menyisihkan 10 persen penghasilan buat kegiatan amal. Heppy juga piawai memilih karyawan untuk menduduki posisi tertentu.

Perjuangan

Heppy Trenggono adalah Salah satu penerima penghargaan sebagai Tokoh Perubahan Republika 2011, meski begitu dia mengaku penghargaan bukan merupakan tujuan yang diinginkannya. Sebab capaian prestasi itu bentuk perjuangan yang tak boleh berhenti gara-gara dipuji pihak lain. Keprihatinannya yang sangat mendalam terhadap keadaan bangsa Indonesia bisa diketahui dari buku pertamanya ”Menjadi Bangsa Pintar”. Heppy memiliki visi yang sangat jelas terhadap masa depan Indonesia sebagaimana dia gambarkan dalam buku ”Membangun Indonesia Sekarang!”, bagaimana Heppy memimpin, Anna Farida menggambarkannya dalam sebuah buku yang berjudul ”Memimpin Setajam Pedang Selembut Kapas”.

Seiring dengan semangat menginspirasi, Heppy juga membentuk komunitas Indonesian Islamic Business Forum. Ini merupakan komunitas yang beranggotakan pengusaha dan calon pengusaha. Heppy membangkitkan moral pengusaha yang bangkrut. Heppy juga menggagas lahirnya gerakan Beli Indonesia yang pada 27 Februari 2011 bersama 504 pengusaha dari 42 kota di Indonesia. Beli Indonesia adalah gerakan membangun karakter bangsa yang membela bangsa sendiri, yaitu sikap untuk membeli produk bukan dengan alasan lebih baik atau lebih murah, tetapi karena milik bangsa sendiri. Heppy prihatin pada kondisi perekonomian Indonesia yang justru banyak dijajah produk asing.

Karier

  • Freelance sambil kuliah
  • United Tractor, System Analist (1989-1995)
  • Indomobil, Asisten Manager (1995-1999)
  • A Latief Corp, Direktur Teknik Lativi (1999-2004)
  • Mendirikan PT Balimuda Persada pada 2002 yang bergerak pada heavy equiepment
  • CEO PT United Balimuda (perkebunan, consumer goods, dan heavy equiepment)

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Heppy_Trenggono

7 Langkah Business Mastery Heppy Trenggono

Bagi yang belum kenal, Pak Heppy Trenggono merupakan Presiden IIBF, Indonesian Islamic Business Forum. Forum bisnis yang memilki karakter bagaimana para anggotanya dididik menjadi pengusaha pengusaha muslim yang profesional dalam berbisnis tetapi tak melupakan jati dirinya sebagai seorang muslim. Bisnis ya bisnis, tapi dirimu sebagai seorang muslim harus mengejawantahkan dalam perilaku keseharian bisnisnya sebagai seorang muslim.

Salah satu contohnya misalnya ya:

  • bagaimana pak Heppy tanamkan, kamu bisnis memakai riba, nggak akan ke mana mana kecuali akan mendapatkan kehancuran
  • konsep seorang pebisnis harus selalu in business, serta mematahkan mitos bisnis jalan ownernya jalan jalan
  • ada juga ajaran yang menyatakan kalau kamu mau kaya, kamu pelajari ilmu bisnis. kalau ingin tidak miskin, pelajari ilmu tentang utang ( terkenal ilmunya dalam workshop How To Debt Free)

Banyak lagi lainnya.

Business Mastery IIBF

Saya sendiri sebenarnya bukan kali pertama mengikuti workshop IIBF. Yang tadi disampaikan, pelajaran How To Debt Free juga sudah pernah belajar, Financial Literacy pernah, Life Mastery Pernah, dan yang terbaru ikut Business Mastery IIBF. Masing masing workshop IIBF tersebut memiliki positioning yang berbeda satu sama lain.

IIBF = Indonesia Islamic Business Forum

Di workshop ini, saya makin terbuka bahwa mindset pebisnis besar itu bukan seperti pedagang umumnya. Bahkan filosofi bisnis benar benar berbeda dengan filosofi berdagang. Penjelasannya panjang ini hehe. Lalu belajar ilmu negoisasi, ilmu bagaimana memproses ide sampai bisa menjadi bisnis yang besar, dan tak lepas dari itu semua pembelajaran karakter sangat sangat ditekankan.

Lalu apa nih 7 Langkah Esensial Membangun Bisnis ?

Sebelum ke materinya, saya ceritakan bahwa, “Umumnya orang. Kalau sudah bisa nemukan produk yang mau dijual, sudah bisa menjualnya. Dia keburu buru membuka bisnis lain lagi. Padahal, tahapan bisnis itu tidak sesederhana itu. Ada tangga yang harus dilewati, diselesaikan krisis dan tantangannya masing masing supaya bisa bisnis itu benar benar besar dan profitabel. Besar disini bukan sekedar angka 10 juta -100 juta tentunya, tapi kita merujuk ke bisnis bisnis besar macem Ciputra, Anthony Salim, Grup Astra dan sebangsanya (walau tak terkecuali bisnis pak heppy trenggono itu sendiri)”.

Patut dicatat pula, fokus hasil akhir dari bisnis yang harus anda pegang adalah mendapatkan OCF Positif. Agar bisa dapat OCF Positif yang berkelanjutan, tempuh dengan menjalankan 7 langkah esensial dalam bisnis, amalkan dengan menyadari bahwa waktu itu ada yang sifatnya vertikal juga horizontal. Wah istilah apa pula ini? 😀 xixixi. tanya temen temenmu yang ada di IIBF ya 😀

Langkah langkah itu apa saja?

Oke deh, Baik saya coba paparkan di sini ya:

  1. Creation
  2. Niche
  3. Leverage
  4. Delegation
  5. Systemize
  6. Culture
  7. Entrepreneurial

Sumber : http://www.anjrahweb.com/saya/7-langkah-esensial-cara-membangun-bisnis-business-mastery-iibf-heppy-trenggono/

Memahami Positioning IIBF

“My philosophy is that not only are you responsible for your life, but doing the best at this moment puts you in the best place for the next moment.”

Begitulah kalimat yang keluar dari seorang Oprah Winfrey mengenai pentingnya positioning dalam meraih sukses.
Bahwa bertanggung jawab terhadap kehidupan saja tidak cukup, anda harus melakukan sesuatu yang terbaik pada posisi terbaik untuk ikut membangun masa depan.

Sebagai kader IIBF, kalian layak bertanya.
Mengapa visi IIBF adalah “Building the Character and Wealth”?
Mengapa Purpose IiBF adalah “Untuk menciptakan Pengusaha yang berbisnis layaknya Pebisnis kelas dunia dan berperilaku layaknya muslim yang bertaqwa”?

Dua hal tersebut terformulasi sedemikian rupa tidak lepas dari Positioning yang diambil oleh IiBf dalam peranannya untuk ikut meretas sukses bangsa Indonesia ke depan.

IIBF mengambil positioning “Membangun Karakter Pengusaha Indonesia”.

Positioning IIBF ini lebih jauh bisa dimaknai bahwa:

1. IIBF fokus pada Sang Pengusaha, bukan pada Management
2. IIBF menanamkan Prinsip, bukan sekedar Metode
3. IIBF mengutamakan Karakter, bukan sekedar Personal Brand
4. Tujuan utama IIBF adalah pada cara bermain, bukan sekedar transfer Pengetahuan
5. Konsep yang diajarkan IIBF bersandar pada keyakinan, bukan pada konsep yang sedang populer
6. IIBF bertujuan menciptakan Pengusaha kuat, bukan pengusaha yg terlihat hebat
7. Produk unggulan IIBF adalah inspirator bisnis dan kejuangan, bukan macan panggung
8. IIBF dibangun sebagai komunitas pejuang, bukan komunitas untuk cari uang
9. IIBF ingin menjadi ladang amal, bukan ladang bisnis

Positioning inilah yang membuat IiBF memiliki karakter tersendiri.
Maka di IIBF kadernya disebut sahabat pejuang, ada al aqabah, ada Debt Free Center, Pengusaha diajak berhijrah ke arah yang lebih baik, diajak untuk ikut ambil bagian dalam membangun agama dan bangsa. IIBF juga melahirkan gerakan Beli Indonesia yang hari ini menjadi gerakan mainstream yang diikuti oleh berbagai institusi bahkan oleh Pemerintah Daerah.

Layaknya mendirikan sebuah bangunan, banyak pihak yang dibutuhkan disana, masing masing memiliki peranannya sendiri.
Disana diperlukan tukang gambar, tukang batu, tukang kayu, ahli interior, lanscape, supplier bahan bangunan.
Dalam konteks tersebut IiBF memilih positioning menangani pekerjaan struktur yang mencakup rancang bangun, pondasi, pilar, dan kerangka utama.

Apakah itu membangun rumah dengan ukuran tanah 99 meter persegi ataupun gedung pencakat langit dengan jumlah 99 lantai, semuanya membutuhkan struktur yang sempurna sehingga bangunan bisa berdiri dengan kuat dan dapat bertahan dalam segala cuaca.
IIBF meyakini bahwa tanpa stuktur yang kuat, seindah apapun bangunannya, sebagus apapun perabotannya, akan mudah runtuh sewaktu waktu.

Positioning ini bukan persoalan salah atau benar, Positioning adalah sebuah pilihan, dimana mengambil positioning akan membawa konsekuensi yang harus dibayar.

Dalam perjuangannya, konsekuensi dari Positioning yang diambil IIBF bisa dilihat sbb:

1. Ajarannya harus bisa dibedakan dengan jelas, mana IIBF dan mana yang bukan.
2. IIBF harus tegas dalam nilai
3. IIBF harus selektif dalam konsep dan metode
4. IIBF harus berani menjadi diri sendiri: No Compete, No Complete
5. IIBF harus memiliki tingkat kedisiplinan dalam berjuang
6. IIBF tidak boleh menjual ilmu, tidak melarang materi disebar luaskan dengan gratis
7. IIBF tidak boleh mempersoalkan bayaran
8. IIBF harus melihat audiencenya yang heterogen, ada yang kecil, ada yg besar. Ada yang berpendidikan, ada yang kurang berpendidikan.
9. IIBF harus melayani audience sebagai umat, bukan sebagai customer

Sebagai Pengusaha, tantangan tidak pernah usai, masalah demi masalah tidak bisa dihindari. Sebuah konsekuensi memilih menjadi pengusaha. Tidak mudah memang.

Maka keberadaan IIBF diharapkan bisa menemani mereka dalam menghadapi berbagai tantangan usaha, tantangan kehidupan, dan upaya melakukan penguatan karakter mereka sebagai Pengusaha Pejuang.

Ukuran keberhasilan IIBF adalah terciptanya pengusaha kuat yang memiliki semangat kejuangan untuk agama dan bangsa.

Dalam perspektif dakwah kita mengenal produk gagal yang disebut penganut Teology maut, yaitu mereka yang berani mati karena tidak berani hidup.

Dalam perspektif IIBF, disebut kegagalan jika hanya menghasilkan Pengusaha putus asa, salah satunya adalah yang memilih lari ke panggung karena tidak lagi berani berbisnis.

IIBF hingga saat ini dikenal sebagai pelabuhan terakhir bagi Pengusaha yang telah kesana kemari belajar dan tidak menemukan apa yang mereka butuhkan. Hal tersebut bukan lantaran IIBF menyediakan segala galanya bagi mereka, bukan karena IIBF memberikan lebih banyak dari yang lain, bukan karena IIBF telah memberikan janji dengan bahasa marketing yang muluk muluk..mereka menjadikan IIBF sebagai pelabuhan terakhir justru karena IIBF menyampaikan sesuatu dengan jujur, menyampaikan apa yang perlu di fahami oleh mereka sebagai Pengusaha, tidak peduli apakah itu sesuatu yang menggembirakan ataupun justru sesuatu yang memantik kegelisahan mereka..mereka menjadikan IIBF pelabuhan terakhir karena IIBF mengambil peran yang jelas, sebuah pekerjaan yang sudah lama ditinggalkan oleh bangsa ini, yaitu pembangunan karakter!.

Tulisan ini ada jawaban saya atas berbagai pesan keprihatinan yang dikirim ke saya dalam seminggu terakhir ini. Masukan masukan yang mengindikasikan adanya beberapa kader yang menghadapi gejala krisis identitas, melakukan proses pembinaan dan coaching di daerah dengan konsep diluar standar IIBF.

Maka menindak lanjuti hal tersebut saya mengambil langkah sbb:

1. Membentuk Komite yang akan mengurusi, mengevaluasi dan menyelenggarakan kegiatan pembinaan.
2. Meluruskan dan memastikan agar daerah melakukan pembinaan sesuai dengan standard IIBF.
3. Menegakkan disiplin organisasi.
4. Melakukan evaluasi terhadap program vCoach dan merumuskan perbaikan yang harus di ambil sehingga lebih sesuai bagi IIBF ke depan.

Demikian, saya berharap kejadian ini membawa hikmah dan bisa kita maknai sebagai proses penajaman visi, penguatan positioning IIBF di tengah usaha membangun bangsa.

Kedewasaan kader IIBF dalam mensikapi hal ini harus ditunjukkan dengan cara menegakkan disiplin di satu sisi dan tetap membina silaturahmi serta bahu membahu dalam dakwah di sisi yang lain.

Semoga Allah merahmati sahabat pejuang di seluruh Indonesia.

Salam dari Las Vegas, Amerika Serikat

Sumber : http://iibf-indonesia.com/memahami-positioning-iibf/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s